Aleg Eryani Sulam : Pemerintah Harus Perhatikan Nasib Petani

Aleg Eryani Sulam : Pemerintah Harus Perhatikan Nasib Petani

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kabupaten Indramayu,Jawa Barat, saat ini masih menyandang sebagai daerah pangan nasional terbesar dengan produksi padi yang bisa menyaingi Kabupaten Karawang di Jawa Barat. Namun, fakta itu masih belum bisa dirasakan manfaatnya oleh para petani di Kabupaten Indramayu.

Anggota Fraksi Nasdem Perindo Propinsi Jawa Barat, Eryani Sulam, mengungkapkan, sebagai daerah lambung pangan nasional, Kabupaten Indramayu menjadi sentral perhatian pusat terhadap kelangsungan kesejahteraan para petani selama ini. Pasalnya, kondisi riil dilapangan pemilik lahan dan penggarap lahan pertanian masih belum bisa dibedakan guna mengukur angka kesejahteraan petani. Ditambahkan lagi insentif serta keperpihakan pemerintah terhadap nasib petani juga dibutuhkan kajian dan perencanaan secara matang.

Wakil Rakyat Dapil Jabar 12 ini, meminta kepada pemerintah baik pusat maupun daerah dalam hal ini Pemrov Jabar dan Pemkab Indramayu harus sudah melakukan perencanaan secara matang guna mempersiapkan musim tanam tahun 2022.

"Persolaan penanganan petani tebu kemarin juga penting, tetapi masalah pertanian secara umum di Kabupaten Indramayu yang lebih dominan juga harus dipikirkan bagaimana dan seperti apa perencanaan pemerintah dalam menghadapi Musim Tanam tahun 2021/2022 yang mau berjalan," katanya kepada Fokuspantura.com, Sabtu,(20/11/2021).

Menurutnya, saat ini pemerintah baik pusat maupun daerah sudah harus menyusun jadwal dan tahapan pelaksanaan masa tanam. Bagaimana intensifikasi pengelolaan air dan bibit padi yang layak untuk ditanam petani. Tentunya sebagai bentuk insentif bagi petani, sudah sejauh mana pemerintah hadir memberikan bantuan bibit padi bagi masyarakat petani.

Berbicara tata kelola air seiring manfaat dari Waduk Jati Gede saat ini, kebutuhan akan pasokan air wilayah Indramayu Timur sudah sedikit membaik, tetapi perlu dipersiapkan juga bagaimana dengan lahan pertanian yang rawan banjir. Sudah sejauh mana kordinasi pemerintah daerah dengan pihak BBWS baik Citarum maupun Cimanuk Cisanggarung dalam melakukan pemetaan terhadap lokasi dan titik rawan banjir. Termasuk peran BPBD Indramayu untuk melakukan antisipasi tanggul banjir yang dampaknya pada lahan pertanian.

"Kita tahu dalam tiga tahun kemarin, ada beberapa Kecamatan yang terjadi banjir akibat tanggul jebol dan berimbas pada petani untuk tanam ulang, ini harus juga segera diantisipasi," ungkap Politisi Nasdem ini.

Mantan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Indramayu ini, mengingatkan kepada pemerintah terkait penyediaan pupuk bersubsidi bagi petani secara adil dan merata serta tepat sasaran. Mengingat persoalan pupuk pertanian setiap tahun masih menjadi keluhan masyarakat atas harga dan ketersediaan  barang. Maka pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan langkah konkret dalam melakukan pemetaan dan perencanaan distribusi pupuk bersubsidi secara benar, mengingat belum lama ini data e-RDKK yang dipersiapkan Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu masih sekitar 20 persen petani baik penggarap maupun pemilik lahan belum tercover dalam update data.

Yang tak kalah penting bagi Pemerintah Daerah, dalam menghadapi masa panen nanti adalah membuat perencanaan secara matang dan berpihak kepada masyarakat petani, bagaimana menjaga stabilitas harga padi pasca panen, apalagi persoalan harga padi ini juga masih terus menjadi persoalan dan keluhan petani.

Peran Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu harus bisa hadir ditengah-tengah nasib para petani dengan membuat kebijakan positif melalui pengadaan karung padi bagi petani penggarap sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dan insentif yang wajib diterima petani.

"Memberikan bantuan karung padi jelang musim tanam ini sangat positif sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah," pungkas Anggota Komisi 2 DPRD Propinsi Jawa Barat ini.



Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive