INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Hampir diberbagai lembaga survei ternama, sosok Mantan Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, masih memimpin hasil simulasi elektabilitas tertinggi. Lembaga Survei Indonesia (LSI), LSI Deny JA, Poltracing Indonesia bahkan Syaeful Mujani Research & Consulting (SMRC) sudah menyampaikan ekspos belum lama ini, hasilnya menunjukkan angka elektabilitas Petahana Nina Agustina tak bisa menyalip Bacabup Lucky Hakim.
FOKUS BACA INI JUGA : Hasil Survei LSI, Cabup Lucky Hakim Ungguli Petahana Nina Agustina
Hasil survei SMRC yang dipaparkan pada acara Pendidikan Politik Rakerda IV dan V DPD PDI Perjuangan Propinsi Jawa Barat,27 Juni 2024 kemarin di Hotel Aston, Kota Cirebon, cukup menjadi catatan serius bagi Petahana Nina Agustina. Pasalnya, pelaksanaan survei SMRC pada 12 – 16 Juni 2024 kemarin menunjukan hasil simulasi terhadap 5 tokoh Calon Bupati Indramayu, Lucky Hakim unggul 41,6 persen, Nina Agustina 35,9 persen, Daniel Muttaqin Syafiudin 5 persen, Syaefudin 2,7 persen dan Ali Wardana 1,4 persen.
FOKUA BACA INI JUGA ; Survei Public Sensum Indonesia Klaim Petahana Nina Agustina Berpotensi Menang
“Hasil survei SMRC yang dipaparkan pada acara Pendidikan Politik di Hotel Aston kemarin, posisi tertinggi masih Lucky Hakim dengan angka 41,6 persen,” kata salah satu kader PDI Perjuangan yang hadir pada acara tersebut.
Menurut sumber, pada saat ekspos hasil survei SMRC dilakukan bersamaan juga dipaparkan potensi hasil survei Cabup/Cawabup Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat. Namun ia tidak bisa memberikan penjelasan secara detail, karena memang dirinya mendapatkan data itu dari tangkapan layar handphone yang bisa disimpan.
FOKUA BACA INI JUGA ; Survei INRC Merilis Elektabilitas Cawabup Lucky Hakim Tertinggi
“SMRC lembaga survei yang selalu dipakai oleh PDI Perjuangan,” tutur sumber.
Namun demikian, perilaku pemilih diperkirakan masih akan dinamis karena waktu pelaksanaan Pilkada masih cukup lama.Elektabilitas setiap calon masih bisa berubah tergantung intensitas dan efektivitas sosialisasi yang dilakukan masing-masing calon hingga Pilkada dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang. Termasuk munculnya kesiapan politisi senior PKB, Dedi Wahidi yang belum masuk pada lingkaran survei akan sangat berpengaruh para persepsi pemilih dalam menentukan pilihan. (Red/FP).