INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan memastikan konektivitas antar wilayah tetap terjaga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu melakukan survei langsung terhadap kondisi Jembatan Perbatasan Cantigi dan Losarang. Survei ini menjadi langkah awal dalam perencanaan perbaikan dan pemeliharaan agar jembatan tetap berfungsi optimal bagi masyarakat.
Sebagai jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Cantigi dan Kecamatan Losarang, jembatan ini memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun transportasi sehari-hari. Namun, seiring dengan usia jembatan serta tingginya intensitas kendaraan yang melintas, perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi struktur tetap kuat dan aman.
Dalam survei ini, tim teknis PUPR melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi fisik jembatan, mulai dari kekuatan pondasi, kondisi lantai jembatan, hingga potensi kerusakan yang dapat berpengaruh terhadap keselamatan pengguna jalan. Beberapa titik menunjukkan adanya indikasi keausan serta erosi pada bagian bawah jembatan akibat arus air dan faktor lingkungan lainnya.
“Kami ingin memastikan jembatan ini tetap aman dan layak digunakan oleh masyarakat. Survei ini akan menjadi dasar dalam menyusun perencanaan teknis untuk perbaikan agar lebih optimal,” ujar salah satu perwakilan Dinas PUPR Indramayu.
Selain itu, tim juga melakukan pengukuran teknis dan pendataan kondisi sekitar, guna mengetahui kebutuhan perbaikan yang paling mendesak. Hasil survei ini akan digunakan untuk menyusun rencana rehabilitasi dan peningkatan daya tahan jembatan terhadap faktor lingkungan dan cuaca ekstrem.
Kehadiran tim PUPR di lokasi disambut baik oleh warga sekitar. Mereka berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas mereka tetap lancar tanpa hambatan.
“Jembatan ini sangat penting bagi kami, terutama bagi para petani dan pedagang yang setiap hari melintas. Kami senang pemerintah turun langsung untuk melihat kondisi jembatan, semoga segera diperbaiki agar lebih kuat dan tahan lama,” ungkap Ahmad Sudrajat, warga setempat.
Selain memperhatikan aspek teknis, PUPR juga menampung masukan dari masyarakat mengenai dampak kerusakan jembatan terhadap kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Indramayu tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
Dinas PUPR Indramayu terus berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Survei ini menjadi langkah awal menuju perbaikan yang lebih baik, sejalan dengan visi Indramayu Aman dan Nyaman guna membangun akses yang lebih lancar, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan Jembatan Perbatasan Cantigi-Losarang dapat kembali kokoh, nyaman dilalui, dan menjadi salah satu sarana penghubung yang mampu mendukung perkembangan wilayah di sekitarnya.(Rilis/Advertorial).