INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) NU Indramayu, Jawa Barat, secara resmi berubah nama menjadi Universitas Darul Ma’arif (UDM). Perubahan status tersebut ditandai dengan serah terima SK Universitas Darul Ma’arif Indramayu dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Dikti RI, diwakili Kepala LL DIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr M. Samsuri, kepada Rektor UDM Indramayu, Tobroni didampingi Ketua Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, Dedi Wahidi, di Kantor Lembaga Layanan DIKTI Wilayah IV Bandung, Kamis 1 Agustus 2024.
” Setelah melalui proses yang cukup panjang dan perjuangan tak kenal lelah, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) NU Indramayu akhirnya resmi berubah bentuk menjadi Universitas Darul Ma’arif (UDM) Indramayu,” kata Rektor Universitas Darul Ma’arif, Tobroni kepada awak media.
Menurutnya, keluarga besar Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan (Kampus Hijau) Indramayu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Dikti RI yang telah menyerahkan SK Perubahan Bentuk STKIP NU Indramayu menjadi UDM Indramayu.
“Alhamdulillah SK akhirnya kami terima setelah menunggu cukup lama, dan melalui proses yang panjang, Terimakasih mas menteri dan semua pihak,” tuturnya.
Ia menjelaskan, Universitas Darul Ma’arif (UDM) Indramayu saat ini memiliki lima fakultas. Yakni Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). Fakultas Teknik dengan Prodi Teknik Sipil, Fakultas MIPA dan Prodi Matematika, Fakultas Pertanian dengan Prodi Agribisnis, dan Fakultas Agama Islam dengan Prodi Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan Indramayu, Dedi Wahidi, menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas pemberian SK kepada lembaga pendidikan tinggi di Kampus Hijau yang dibanggakan sebagai bentuk partisipasi kepada pemerintah dalam menciptakan SDM unggul.
“Dengan adanya Kampus UDM, mempermudah siswa, santri Kampus Hijau dan masyarakat agar tidak kuliah di luar kota, bisa menghemat biaya sekaligus bisa ikut ngaji di pesantren,” pungkas Anggota DPR RI dari PKB ini.(Red/FP).