56 Pekerja Asal Indramayu Masih Tertahan di Morowali

banner 120x600

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Nasib sekitar 56 pekerja asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menunggu kepastian Pemkab Indramayu yang sebelumnya sudah merilis pada media jika akan memberikan bantuan akomodasi pemulangan dan pendampingan hukum atas perlakukan perusahaan kontraktor di PLTU Morowali, Sulawesi Tengah.

Salah satu pekerja terdampak, Dedi, mengatakan, pihaknya sangat berharap, Pemkab Indramayu serius memberikan bantuan kepada 56 pekerja yang saat ini terdampar di kawasan PLTU Morowali, Sulawesi Tengah.

Harapan itu hadir, kata Dedi, setelah beberapa perwakilan keluarga yang mengadukan nasib suaminya di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu dan menjanjikan nasib mereka akan diperjuangkan.

Menurut Dedi, berita yang sudah beredar di media Pemkab Indramayu sudah berhasil memulangkan para tenaga kerja terdampar di Morowali beberapa waktu kemarin adalah secara kebetulan mereka memang pulang ke Indramayu karena sudah menerima kiriman uang untuk pembelian tiket dari pihak keluarga.

“Sementara kami 56 pekerja lainnya masih bertahan disini dan menunggu bantuan Pemkab Indramayu,” tutur Dedi saat dihubungi Fokuspantura.com belum lama ini.

Ia mengaku telah menerima bantuan dari Baznas Indramayu sebesar Rp10 juta untuk biaya hidup selama belum memperoleh bantuan tiket. Namun anggaran tersebut jika dibagi untuk 56 pekerja yang berada di Morowali hanya dapat bertahan beberapa hari, mengingat beban hidup di area PLTU tersebut sangat mahal.

Dedi berharap, ada kepastian dari Pemkab Indramayu terkait rencana bantuan pemulangan dirinya bersama puluhan pekerja yang saat ini tidak bisa berdaya serta mengandalkan kepedulian Pemkab Indramayu.

Senada diungkapkan, Topan, jika selama ini pihaknya masih tetap bertahan di areal PLTU Morowali tanpa ada kepastian, pasalnya untuk melaksanakan aktifitas kerjapun sudah tidak ada yang menjamin, sementara harapan puluhan tenaga kerja asal kota mangga ini sangat mengandalkan bantuan dari Pemkab Indramayu.

“Kami masih bertahan hampir satu Minggu di Morowali, semoga Ibu Bupati Indramayu dan Dinas Tenaga Kerja dapat memperjuangkan nasib kami,” tutur pekerja asal Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan ini.

Disnaker Akan Panggil Perusahaan Pengirim Warga Indramayu Bekerja di Morowali

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menindaklanjuti kasus warganya yang telantar di Morowali, Sulawesi Tengah. Disnaker akan memanggil perusahaan yang memberangkatkan warga Indramayu untuk bekerja di Morowali.

Berdasarkan informasi yang didapat Disnaker, ada 117 warga asal Indramayu yang diberangkatkan ke Morowali untuk menjadi pekerja proyek PLTU. Mereka dipekerjakan sejak Januari 2023. Namun, sebulan terakhir, gaji mereka dikabarkan belum dibayar.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnaker Kabupaten Indramayu Lutfi Alharomain, mengatakan, para pekerja asal Indramayu itu diberangkatkan oleh salah satu perusahaan yang berlokasi di Batam.

“Kami akan memanggil PT yang memberangkatkan para pekerja itu ke sana,” kata Lutfi, saat dihubungi, Kamis 9 Maret 2023.

Ia mengatakan, pemanggilan itu dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan tersebut. Termasuk soal gaji pekerja asal Indramayu yang belum dibayar.

Namun, kata Lutfi, saat ini Disnaker Indramayu memprioritaskan dulu pemulangan pekerja asal Indramayu yang masih berada di Morowali. Menurut dia, dikabarkan di sana masih 56 orang, yang meminta bantuan untuk segera dipulangkan.

Lutfi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu akan segera mengirimkan biaya untuk pembelian tiket pesawat bagi 56 pekerja tersebut.

“Jadi, kami yang akan ngongkosi. Setelah itu, kami akan jemput mereka di Bandara Soekarno Hatta,” kata Lutfi.

Ia mengaku saat ini, pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu masih melakukan proses administrasi untuk pemulangan 57 pekerja PLTU Morowali asal Kabupaten Indramayu.

“Mohon bersabar teman – teman di Morowali, kami sedang usahakan semaksimal mungkin,” pungkas Luthfi. (Ihsan/FP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu